Senin, 01 Agustus 2016

Gelas kosong

Aku  adalah gelas yang dikosongkan
Bukan gelas yang kosong yang siap menerima es teh, kopi ataupun susu
Tapi memang gelas yang dikosongkan
Walau ada es teh, kopi yang nikmat atau susu yang manis sekalipun
Aku tak mau tubuh beningku terkotori lagi
Walau dulu aku telah terisi oleh sebuah cairan yang entah apa itu

Aku bukan gelas baru karena dulu aku pernah terpakai
Aku menunggu diriku
Menunggu orang yang mau membeliku dengan akad
Dan dipergunakan dengan baik

Aku ingin menjadi gelas yang istimewa
Bukan gelas yang biasa biasa saja

Aku punya banyak kenalan teman
Mereka sekarang menjadi gelas yang sangat istimewa
Hadir di tiap jamuan makan presiden
Hadir di tiap acara orang orang penting
Hadir di tiap konferensi internasional

Aku bertanya kepada mereka
Kenapa kalian begitu istimewa?
Aku tak tahu
Dulu aku dipanggang hingga aku meleleh
Walau aku berteriak kesakitan
Ia tetap membakarku

Dulu aku dipukul pukul hingga bentukku tak karuan
Aku berteriak untuk menghentikannya
Tapi ia tak menghiraukan
Lalu kita diasingkan
Entah dimana itu
Gelap, dingin, sunyi
Hingga kita sangat ketakutan dan tak bisa tidur

Setelah itu
Ada seseorang yang membawa kita
Dan akhirnya kita sampai disini di depan mereka

Aku tak mau diisi sampai waktunya tiba
Entah kapan itu
Aku harus menunggu pembeli
Walau aku rela tidak untuk digunakan
 Sebagai sebuah gelas

Aku ingin pergi ke tempat mereka
Walau terlihat menyakitkan
Menyeramkan
Yang bagi kebanyakan gelas tak ingin pergi  kesana
Aku rela karena aku ingin


Paranjare

Tidak ada komentar:

Posting Komentar